Minggu, 10 November 2013

Cerita di Bangku Sekolah Dasar

Cerita di Bangku Sekolah Dasar
  
Aku memulai pendidikan Sekolah Dasarku di SD Negeri Binanga Sombaia , Selayar pada tahun 2000. Aku meraih peringkat 3 di kelasku dari 7 orang murid, dan mendapat hadiah buku tulis dari guruku. Aku bersekolah di sana hanya setahun saja. Karena tahun 2001, aku berpindah sekolah ke SD Negeri Benteng Timur, Selayar. Di sana, saya juga bersekolah selama satahun juga.

Tahun 2002, aku bersama keluargaku meninggalkan pulau Selayar menuju Butta Toa Bantaeng. Kedua kalinya aku bersekolah di sekolah yang baru dengan teman-teman baru serta suasana baru. Aku bersekolah di SD Negeri 5 Lembang Cina Bantaeng, yang terletak di jalan Merpati.
       
Aku pergi ke sekolah dengan mengendarai sepeda setiap hari. Rumahku berjarak sekitar 1 kilometer. Aku gemar bermain bola bersama teman-temanku di lapangan upacara pada jam istirahat. Selain itu, aku juga sering mengganggu teman-teman perempuan di kelas.

Wali kelasku senantiasa memeriksa kuku kami sebelum masuk ke kelas. Murid yang memiliki kuku panjang akan mendapat cubitan dari guru kami. Sebelum masuk ke kelas kami harus berbaris terlebih dahulu di depan kelas.

Salah satu permainan yang gemar kami lakukan di sekolah adalah bermain tingko-tingko (semacam permainan petak umpet). Kami berpencar mencari tempat persembunyian dari salah satu dari kami bertugas untuk mencari kami.

Pada tahun 2007 di bangku kelas 6 aku mengikuti ujian nasional. Ujian nasional merupakan evaluasi untuk hasil belajar kami selama 6 tahun, dan kelulusan kami di tentukan pada ujian itu. Kami mempersiakan diri untuk dengan baik untuk menghadapi ujian nasional, dan alhamdulillah kami mampu menjawab soal-soal kami dengan baik. Ketika pengumuman tiba Alhamdulillah kami lulus seratus persen. Pengumuman kelulusan saat itu dirangkaikan dengan acara Maulid Nabi Muhammad Saw. beberapa dari kami meluapkan kegembiraan dengan mencoret-coret seragam kami dengan sekaleng piloks.


0 komentar:

Posting Komentar